February 24, 2020 News No Comments

Salah satu bagian terpenting dari sebuah rumah adalah lantai. Hampir seluruh aktivitas yang kita lakukan di rumah selalu bersentuhan dengan lantai. Begitu penting fungsi dan keberadaannya, sehingga lantai mendapatkan prioritas khusus dalam perawatannya. Saat ini banyak kita jumpai berbagai material pelapis lantai, seperti keramik, marmet, marmer dan sebagainya. Namun seringkali kita mengabaikan keberadaan bahan pengisi sambungan antar ubin atau yang disebut dengan nat.

Sebagai salah satu bagian dari komponen lantai, nat tidak bisa kita abaikan begitu saja. Selain memberi nilai tambah secara estetika, nat pun bisa membantu mencegah terjadinya rembesan terutama pada area basah, seperti kamar mandi, bak mandi maupun dapur. Berikut pemasangan keramik berdasar jarak nat dapat dibedakan menjadi 3 jenis:

Open Joint

Teknik pemasangan keramik dengan jarak nat lebih besar dari 3 mm. Biasanya dilakukan untuk pemasangan di lantai yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pemuaian dan penyusutan keramik. Pemasangan keramik dengan sistem open joint memiliki beberapa keuntungan di antaranya adalah:

  • Dapat mentolerir adanya perbedaan ukuran keramik (terutama untuk keramik KW 2) serta  untuk keramik berglazur yang memiliki porositas rendah.
  • Meminimalkan penggunaan flexible joint, terutama bila memakai bahan pengisi nat yang agak elastis.
  • Memudahkan dalam proses pengisian nat.

Closed Joint

Teknik pemasangan keramik dengan ukuran nat lebih kecil dari 3 mm. Biasanya dipakai untuk memasang keramik lantai atau dinding yang memiliki tingkat porositas rendah.

Expansion Joint

Sambungan yang sifatnya membantu mengantisipasi saat terjadi pergeseran struktur. Pergeseran ini kadang mengakibatkan timbulnya peristiwa “lantai meledak”. Sambungan atau nat tidak seluruhnya diisi semen, tetapi juga bahan karet, Styrofoam atau bahan lain yang sifatnya elastis. Expansion joint biasanya dipergunakan untuk ruangan yang luas.

Written by admin