April 21, 2022 News No Comments

Area yang paling nyaman di rumah adalah Kamar Tidur. Kita menghabiskan sepertiga waktu kita untuk tidur, tentunya banyak dihabiskan di atas tempat tidur. Nah, tahukah Anda saat kita tidur, kotoran di tubuh seperti minyak, sel kulit mati, dan kotoran lain, dapat tertinggal di seprai dan menumpuk seiring waktu.

Tapi apa yang terjadi jika Anda membiarkan sejumlah benda di tempat tidur tidak dicuci? Mau tahu? Yuk kita simak bersama-sama.

1. Jerawat dan iritasi kulit
Penyebabnya karena sarung bantal Anda kotor. Penggunaan setiap hari dapat menyebabkan kulit mati, minyak, dan bakteri menumpuk dan menyebabkan pori-pori tersumbat, yang menyebabkan jerawat.

Kulit Anda juga bisa menjadi merah, karena bakteri yang ada dalam tungau Demodex, yaitu serangga yang ada di seprai dan bantal. Cobalah untuk mengganti sarung bantal Anda setiap 2 hingga 3 hari.

2. Alergi
Tidur dengan hewan peliharaan Anda mungkin lucu dan nyaman, tetapi ada beberapa risiko yang harus Anda waspadai. Kutu, penting untuk menyingkirkan kutu ini karena dapat menyebabkan penyakit Lyme.

Selain itu bulu hewan peliharaan juga bisa menarik tungau debu untuk hidup di tempat tidur Anda. Jika Anda selalu tidur dengan hewan peliharaan, pastikan untuk mencuci seprai secara teratur dan selalu menjaga kesehatan dan kebersihannya.

3. Gatal di kulit kepala
Sarung bantal yang hangat dan lembap bisa menjadi rumah yang bagus untuk jamur yang dikenal sebagai dermatofita.

Jamur ini menyebabkan bintik-bintik botak gatal di kulit kepala, atau dikenal sebagai kurap pada kulit kepala. Meskipun Anda dapat dengan mudah mencari perawatan dari profesional medis, pencegahan adalah kuncinya.

Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya sensasi iritasi di kepala Anda, pastikan untuk mencuci bantal dan selimut Anda.

4. Mata merah
Hal ini disebabkan bakteri yang ada di tempat tidur, terutama sarung bantal. Jika Anda atau seseorang yang berbagi ranjang dengan Anda baru-baru ini mengalami konjungtivitis, cuci seprai dengan air panas untuk mengurangi kemungkinan infeksi ulang.

Written by admin