March 14, 2016 News No Comments

Pemerintah, melalui Kementrian Perindustrian meminta industri keramik nasional untuk meningkatkan daya saing. Tujuannya, agar pasar ekspor bisa terisi.

Terlebih, Indonesia punya keunggulan dan potensi yang besar dalam upaya pengembangan industri keramik, dengan didukung ketersediaan bahan baku dan sumber energi gas.

Prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang masih cukup besar, seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, terutama untuk jenis tile/ubin karena didukung oleh pertumbuhan pembangunan baik properti maupun perumahan.

DODGE GREY

Salah satu produk Centro, yang siap bersaing dengan produk luar negeri. Dodge Grey

menurut menteri perindustrian, Saleh Husein, “Industri keramik nasional memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produsen keramik negara lain, yaitu tersedianya deposit tambang sebagai bahan baku keramik yang cukup besar dan tersebar di berbagai daerah seperti ball clay, feldspar, dan zircon, maupun ketersediaan energi gas yang melimpah sebagai bahan bakar proses produksi,” ungkapnya.

Saleh melanjutkan, pemerintah melakukan berbagai strategi kebijakan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri keramik nasional, antara lain mendorong terjaminnya kontinuitas pasokan gas dengan harga yang kompetitif, penguasaan teknologi dan fabrikasi, serta meningkatkan promosi ke pasar ekspor. 

Menteri-Perindustrian-Saleh-Husin

Menteri Perindustrian, Saleh Husein.

Hadapi globalisasi dan MEA

Selanjutnya, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan globalisasi, perlu adanya upaya peningkatan daya saing industri keramik nasional dengan melakukan pengembangan kemampuan SDM di bidang desain dan rekayasa produk.

“Bahkan, juga perlu disusun standar kompetensi untuk SDM industri keramik, serta melakukan pelatihan dengan mengundang para ahli di bidang keramik dari dalam maupun luar negeri,” lanjutnya.

LAMBHORGINI BEIGE

Lambhorgini Belge, dari Centro

Adapun langkah strategis yang telah dilakukan Kemenperin, antara lain meningkatkan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), serta pengawasan pelaksanaan standar nasional Indonesia (SNI) wajib bagi keramik yang beredar di pasar dalam negeri.

Saleh pun mengharapkan, kepada Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI), selaku penyelenggara Pameran Keramika, agar dapat mempromosikan produk keramik dalam negeri di tingkat nasional maupun internasional, serta mampu membawa industri keramik nasional bersaing di pasar global dengan produknya yang berkualitas dan inovatif.

Selain itu, juga diharapkan pameran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran informasi dan transaksi bisnis antara pengusaha dengan pengguna produk keramik.

Written by admin