March 16, 2016 News No Comments

Industri keramik dalam negeri mulai ‘khawatir’, pasalnya ancaman over suplai pasokan keramik di dalam negeri. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengindikasikan, pasokan keramik tahun ini lebih tinggi ketimbang kebutuhan pasar.

Elisa Sinaga, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) bilang, kapasitas produksi keramik nasional tercatat 550 juta meter²/tahun. Dari kapasitas produksi ini, sebesar 11% di ekspor ke Asia Tenggara, Australia dan Abu Dhabi.

Adapun kebutuhan pasar keramik domestik tahun ini diprediksi 500 juta meter². Selain dari dalam negeri, pasar keramik disesaki keramik impor dari China dan Vietnam yang menopang sekitar 15%, setara 75 juta meter². “Banyak perusahaan keramik menambah produksi, tapi permintaan stagnan akibat pertumbuhan properti tak sesuai harapan,” kata Elisa, Senin (2/2).

Padahal, perusahaan keramik telanjur menambah kapasitas produksi. Sebab, dua tahun terakhir ada pertumbuhan properti yang kencang. Agar keramik ini bisa terserap, Elisa berharap pemerintah membuat aturan memprioritaskan keramik dalam negeri dan membatasi keramik impor, “Bukan kami ingin melarang impor, tapi mohon impor keramik diatur dengan cara masuk ke pelabuhan tertentu saja,” kata Elisa.

Menurut Elisa, lonjakan impor keramik bisa terjadi tahun ini. Salah satu alasannya adalah, berlakunya perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menanggapi permintaan Elisa ini, Harjanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian menjawab, pihaknya akan memaksimalkan penggunaan keramik dalam negeri lewat program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). “Nanti proyek pemerintah menggunakan keramik

dalam negeri,” katanya.

Selain ancaman over suplai, industri keramik mengeluhkan mahalnya harga gas di Indonesia Barat yang dipatok US$ 9,3 per mmbtu. Harga gas ini lebih mahal dari harga gas di Malaysia yang hanya US$ 5,5 per mmbtu dan di Singapura US$ 4/mmbtu.

Soal harga gas ini, Harjanto bilang, penurunan harga gas adalah pekerjaan rumah pemerintah. “Kami upayakan industri mendapat harga gas kompetitif,” jelasnya.

Sumber : .kemenperin.go.id

Written by admin