September 23, 2016 News No Comments

Setiap orang pasti memiliki kriteria tersendiri untuk rumah idaman mereka. Tetapi, satu hal pasti yang tidak mereka inginkan adalah adanya kebocoran pada atap.

Hal tersebut akan berpotensi menimbulkan kerusakan pada rumah Anda. Maka dari itu Anda harus tahu cara membersihkan atap rumah.

Air dan plafon yang menyusup pada plafon dan dinding rumah akan menghasilkan noda yang susah untuk dihilangkan.

Terlebih, Anda harus meletakkan ember atau baskom di bawah lokasi kebocoran agar air yang jatuh tidak membasahi lantai.

Oleh sebab itu, menjadi penting bagi Anda untuk segera mengatasi kebocoran tersebut.

Sebelumnya, tentu terlebih dahulu Anda harus mengetahui penyebab kebocoran pada rumah Anda. Semakin spesifik masalah yang Anda temui, semakin mudah Anda dapat mengedintifikasi solusi yang sesuai.

Salah satu cara yang bisa Anda terapkan adalah dengan membersihkan atap. Berikut adalah beberapa tips membersihkan atap rumah sehingga aman dari kebocoran.

1. Periksa Pancuran atau Talang Atap

Membersihkan atap rumah bisa dimulai dari memeriksa bagian pancuran atau talang air. Komponen tersebut biasanya dipasang untuk mengalirkan air yang keluar.

Sayangnya, talang air merupakan komponen yang paling susah untuk dibenahi. Ketika mengalirkan air, biasanya ada kotoran yang ikut terbawa angin dan jadi menyumbat lubang keluarnya.

Itulah mengapa Anda wajib memeriksa talang air pada atap minimal enam bulan sekali.

Talang air yan tidak pernah dibersihkan akan membuat kotoran menumpuk sehingga menutup lubang. Air pun tidak dapat mengalir dengan semestinya sehingga ia merembes ke bawah dan menyebabkan kebocoran.

2. plafon yang Berjamur

Saat rumah mengalami kebocoran, air yang jatuh akan menyusup melalui plafon. Akibatnya, plafon rumah Anda pun akan berjamur.

Apabila dibiarkan, jamur tersebut akan menyebar ke permukaan plafon lain dan menyebabkan material di dalamnya rusak.

Terlebih apabila Anda sudah memasang plafon tersebut sejak beberapa puluh tahun lalu, tentu kondisinya sudah tidak lagi prima.

Materialnya pun kurang awet apabila dibandingkan dengan plafon zaman sekarang. Maka dari itu, segera periksa plafon Anda dari sekarang. Jangan sampai menunggu plafon tersebut mengalami kerusakan terlebih dahulu.

3. Membersihkan Lumut

Coba lihat atap rumah Anda, apakah seluruh bagiannya telah terpapar sinar matahari? Atap yang tidak terkena sinar matahari akan cenderung memiliki kondisi yang lebih lembab sehingga memicu tumbuhnya lumut.

Hal tersebut dapat membuat atap menjadi lapuk dan berlubang. Akibatnya, atap Anda pun sangat rentang mengalami kebocoran. Oleh sebab itu, membersihkan atap dari lumut dapat membantu Anda dalam mengatasi kebocoran pada rumah Anda.

Cara paling sederhana yang dapat Anda lakukan adalah dengan teknik scrubbing. Gosok lumut pada atap dengan gerakan ke bawah agar lumut dapat mengelupas dan langsung jatuh.

Selalu lakukan teknik scrubbing secara searah agar atap tetap berada pada posisinya.

Cara lain adalah menggunakan teknik power washing atau air bertekenan tertentu. Anda bisa mengatur air dengan kekuatan antara 1200-2000 psi. Siram air tersebut dengan gerakan secara menurun.

4. Periksa Flashing Atap

Komponen flashing terletak di bawah sambungan antara atap dan plafon. Materialnya terbuat dari aluminium yang dapat berfungsi untuk mencegah air agar tidak meresap ke dalam rumah.

Pada dasarnya, semua flashing dirancang sebagai komponen yang kedap air, tapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk mengalami proses oksidasi.

Akibatnya, flashing pun aus dan karatan. Tidak hanya itu, plafon yang lembab juga dapat menyebabkan flashing menjadi kendor sehingga menyebabkan kebocoran air. Periksalah apakah flashing Anda sudah mulai berkarat.

Anda bisa mengolesinya dengan dempul anti karat sesuai dengan kadar yang dibutuhkan.

5. Papan Fasia yang Membusuk

Tidak mengherankan apabila papan fasia Anda mulai membusuk, mengingat bahwa komponen yang terbuat dari kayu ini terletak di belakang pancuran air sehingga tidak begitu terlihat.

Paparan cahaya dapat membuat papan fasia mengalami kerusakan perlahan, terlebih apabila sedang hujan. Air yang terperangkap ketika pacuran tersumbat akan memperarah kondisi papan fasia Anda.

Untuk memperbaikinya, Anda bisa mengetes tanda-tanda kebusukan dengan menekan papan fasia menggunakan ujung obeng yang tumpul. Jika papan fasia Anda pecah, maka Anda wajib menggantinya dengan yang baru.

Ibarat istilah yang mengatakan untuk sedia payung sebelum hujan, Anda bisa mulai mengecek kondisi atap Anda dari sekarang untuk menghindari terjadinya kebocoran.

Demikian dan selamat mencoba.

Sumber : seekmi.com

 

Written by admin